BULAGI, koranbanggai — Polsek Bulagi dan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkep berhasil mengungkap kasus anak kandung berinisial FAT alias Fredi (33) yang tega menikam orang tuanya berinisial KT (59) dengan tiga tusukan di bawan korban.
“Personil dengan respon cepat mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku di hari yang sama saat kejadian,” ungkap Kapolres Bangkep AKBP Ronaldus Karurukan, SIK., melalui Kasat Reskrim AKP Makmur, SH., Jumat (09/05/2025) kepada koranbanggai.
Disampaikan Kapolres Ronaldus, diduga penikaman tersebut dilakukan oleh FAT terhadap ayahnya dikarekanan dirinya sakit hati karena ayahnya suka melakukan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT terhadap ibu kandungnya hingga ibunya meninggalkan keluarga mereka.
“Diduga ayahnya sering melakukan KDRT terhadap ibunya, sebagai pemicu terjadinya penikaman tersebut,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Bangkep AKP akmur, SH., menjelaskan kronologis samai terjadinya aksi penikaman yang dilakukan oleh anak kandung tersebut terjadi di rumah Hagai Ibrahim, di Kelurahan Sabang, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, pada hari Kamis sekitar pukul 12.50 Wita.
Korban KT (59) sedang tidur di dego-dego dapur rumahnya Hagai Ibrahim, lalu datanglah pelaku FAT (33) dengan membawa pisai dan langsung menikam korban sebanyak 3 kali dan saksi langsung teriak dan terduga langsung menjatuhkan pisaunya dan lari keluar dari rumah tersebut.
“Personil Polsek Bulagi yan dipimpin langsung Pak Kapolsek AKP Arifin Utina dengan Babinsa dan masyarakat berhasil menangkap pelaku sekitar pukul 16.30 Wita, dimana pelaku sempat melarikan diri ke hutan setelah melakukan penikaman,” ujar Kasat Makmur.

AKP Makmur mengatakan pelaku telah diamankan ke Mapolres Banggai Kepulauan untuk diproses hukum lebih lanjut, dan polisi juga sudah menyita barang bukti.
“Pelaku ditahan di Mapolres Bangkep, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk memeriksa latar belakang konflik antara anak dan ayah kandungnya,” ungkap Makmur.
**MD